Menu

Perang Dimana-mana, Inilah Pengertian Hari Kiamat Menurut Islam dan Tanda Kedatangannya 

Zuratul 8 Aug 2022, 13:45
Ilustrasi Hari Kiamat/pixabay
Ilustrasi Hari Kiamat/pixabay

RIAU24.COM - Hari akhir atau hari kiamat merupakan istilah untuk menunjukkan tentang berakhirnya seluruh kehidupan dan alam semesta di dunia. 

Berdasarkan ajaran agama Islam, hari kiamat telah disebutkan dalam Alqur'an dan ada sejumlah istilah yang menjelaskan perihal hari akhir ini.

Dirangkum dari situs NU Online, berikut pengertian hari akhir sekaligus dengan tanda-tandanya untuk diketahui penjelasannya lebih lanjut. 

Pengertian Hari Akhir 

Hari akhir atau kiamat adalah hari penghakiman bagi seluruh umat manusia di muka bumi, termasuk yang dibangkitkan dari alam kubur.

Semua manusia akan digiring ke padang mahsyar hingga waktu yang tidak dapat ditentukan untuk menghadap pengadilan akhirat dari Allah SWT.

Pengertian hari kiamat diterangkan sebagai akhir zaman sekaligus puncak kehancuran seluruh alam semesta sehingga tidak ada lagi hari-hari setelahnya, sebagaimana dalam arti QS. Al-Hajj ayat 7 berikut:

"Sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan datang, tidak ada sedikit pun keraguan kepadanya. Sungguh Allah akan membangkitkan siapa pun yang ada di dalam alam kubur.

Sementara dalam bahasa Arab, pengertian hari kiamat atau yaumul qiyamah merupakan hari dimusnahkannya seluruh kehidupan, diikuti dengan kebangkitan untuk penghakiman oleh Allah SWT.

Golongan Manusia di Hari Akhir

Dalam surah Al-Ghasyiyah dijelaskan bahwa saat hari akhir tiba, ada dua golongan manusia yang berbondong-bondong menghadap pengadilan Allah SWT.

1. Golongan Wujuhun Ghasi'ah

Wujuhun ghasi'ah adalah golongan manusia berwajah hina dan muka mereka tertunduk penuh muram, lelah, tidak memancarkan aura positif, dan berjalan memasuki bara api.

2. Golongan Wujuhun Na'imah

Wujuhun na'imah adalah golongan manusia dengan wajah berseri. Mereka termasuk orang-orang yang semasa hidup di dunia taat pada perintah Allah SWT serta tunduk menjauhi segala larangan-Nya.

Tanda-Tanda Hari Akhir

Terhitung ada banyak sekali jumlah hadis yang menerangkan tentang tanda-tanda kiamat. Akan tetapi yang dianggap sahih hanya beberapa saja.

Di bawah ini ada tanda-tanda hari akhir atau kiamat sesuai urutannya, berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan Imam Muslim.

  • Munculnya dukhan atau kabut tebal yang menyelimuti bumi
  • Munculnya Dajal
  • Munculnya dabbah atau hewan buas yang keluar dari perut bumi
  • Terbitnya matahari dari bagian barat
  • Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, yaitu dua kaum yang berperan untuk menciptakan kerusakan dan kekacauan di bumi
  • Munculnya Isa bin Maryam
  • Ada fenomena tiga gerhana di bagian timur
  • Munculnya gerhana di bagian barat
  • Gerhana juga muncul di Jazirah Arab
  • Munculnya api dari Yaman dan menggiring manusia untuk berkumpul.

Selain tanda-tanda hari akhir yang bisa ditinjau sedari sekarang. Penting diketahui kiamat itu mutlak pasti terjadi, sedangkan waktu datangnya tidak ada yang tahu selain Allah SWT.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ


Artinya: "Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, 'bilakah terjadinya?' Katakanlah, sungguh pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku. Tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi."

"Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, sungguh, pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Al-A'raf ayat 187).

Itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian hari kiamat serta tanda-tandanya yang perlu diketahui sebagai peringatan untuk lebih mempersiapkan diri dengan memperbanyak melakukan amal saleh.

(***)