Mengenal Pigyokjinchonroe, Bom Waktu yang Dipakai dalam Perang Patriotik Imajin 1592-1598

Sabtu, 29 Januari 2022 | 10:48 WIB
Foto : Internet Foto : Internet

RIAU24.COM -  Pigyokjinchonroe adalah bola meriam dengan sumbu yang dibuat dan digunakan oleh nenek moyang orang Korea selama Perang Patriotik Imjin. Perang Patriotik Imjin adalah perang melawan agresor Jepang antara tahun 1592 dan 1598.

Nama Pigyokjinchonroe berasal dari arti, ia mengguncang langit dan bumi ketika ditembakkan untuk meledak.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Taubat, Lengkap Dengan Bacaan Tasbih Sujud dan Waktu Pelaksanaannya

"Pigyokjinchonroe dibuat dalam pengembangan berbagai meriam yang sudah digunakan oleh nenek moyang kita," terang Doktor dan Profesor Kang Se Gwon, kepala bagian Institut Sejarah di bawah Akademi Ilmu Sosial, dikutip dari Defendkorea 27 Januari.

Senjata ini ditemukan oleh Ri Jang Son, seorang teknisi senjata di era Dinasti Joseon (1392-1910), untuk pertama kalinya sebelum digunakan pada pertempuran Benteng Kyongju selama Perang Patriotik Imjin.

Pigyokjinchonroe yang bentuknya terlihat seperti bola, dibagi menjadi beberapa yang berbeda sesuai dengan diameter dan massa luarnya. Pigyokjinchonroe bisa membuat waktu ledakan lebih awal atau memperlambatnya seperti bom waktu sesuai dengan panjang sumbunya.

Dapat ditembakkan dari berbagai jenis meriam, jangkauan bom waktu ini mencapai 750 meter hingga 900 meter. Ledakan bola meriam itu seperti guntur dan mengguncang bumi, sehingga disebut pijinchonroe atau jichonroe.

Baca Juga: Inilah 3 Kisah Ajaib Orang yang Selamat Setelah Hilang di Hutan Amazon

Dicor dengan besi, bola meriam itu memiliki lubang kecil di mana bubuk hitam dimasukkan ke dalamnya. Sekering dipasang di sekeliling bola dan diisi dengan caltrop. Kemudian lubang ditutup dengan tutup besi, dan kotak sekrup dihubungkan ke tutupnya.

Kotak sekrup itu harus diperbaiki dengan dua pemegang sekrup dengan sepuluh dan 15 alur masing-masing. Sekering dimasukkan di setiap alur. Jadi, bola meriam itu harus difiksasi dengan dudukan sekrup beralur sepuluh agar bom segera meledak, setelah ditembakkan atau yang beralur 15 agar meledak beberapa saat setelah ditembakkan.

Pigyokjinchonroe dikenal dalam sejarah dunia meriam sebagai bola meriam dengan sumbu dan bentuk pertama dari bom waktu. Ini menunjukkan kekuatan besar dalam membersihkan penjajah dan memberikan teror besar kepada musuh selama Perang Patriotik Imjin.

Melansir KCNA, senjata tersebut pertama kali digunakan dalam pertempuran untuk merebut kembali Benteng Kyongju pada Bulan September 1592. Mengomentari pigyokjinchonroe seorang ilmuwan persenjataan Jepang berkata, "Apa yang cerdik tentang bom ini adalah sumbunya. Pasti sesuatu yang mengejutkan pada waktu itu (Perang Patriotik Imjin)."

PenulisR24/dev


Loading...

Loading...