Menu

Mengenal Jumat Agung, Hari Peringatan Wafatnya Isa Almasih Jelang Paskah

Devi 6 Apr 2023, 09:55
Foto : Suara.id
Foto : Suara.id

RIAU24.COM Jumat Agung masuk dalam rangkaian Trihari Suci menuju Hari Raya Paskah

Berikut pembahasan mengenai Jumat Agung, hari peringatan Wafatnya Isa Almasih menjelang Paskah.

Jumat Agung merupakan hari kedua dalam rangkaian Trihari Suci yang diawali Kamis Putih dan diakhiri Sabtu Suci/Sunyi.

Jumat Agung menjadi hari penting untuk memperingati Wafatnya Isa Almasih yang memiliki makna penting dalam kehidupan iman umat Kristiani.

Tahun ini, Jumat Agung akan jatuh pada 7 April 2023. 

Berikut pembahasan mengenai Jumat Agung yang menjadi hari peringatan Wafatnya Isa Almasih menjelang Hari Raya Paskah yang sudah dilansir dari detikJateng.

Apa itu Jumat Agung?

1. Pengertian Jumat Agung
Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Asahan, Jumat Agung adalah hari Jumat sebelum Paskah yang merupakan hari suci umat Kristiani untuk mengenang wafatnya Isa Almasih atau Yesus Kristus di Golgota.

Jumat Agung juga dikenal sebagai Jumat Suci atau Jumat Paskah. Peringatan tersebut bertujuan untuk mengenang peristiwa penyaliban Yesus, kematian Yesus di atas kayu salib dan penguburan Yesus.

Hari Wafatnya Isa Almasih diperingati setiap tahun dan tanggalnya dapat berbeda-beda setiap tahunnya mengikuti Hari Paskah. Menjelang Jumat Agung, umat Kristiani biasanya akan berpuasa dan bertobat atas pengorbanan yang menyebabkan Yesus disalibkan.

2. Sejarah Jumat Agung
Menurut Jurnal Apokalupsis Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta berjudul 'Mengklarifikasi Istilah Jumat Agung Menurut Kajian Tipologi Berdasarkan Keluaran 12:1-42' oleh Yohanis Banamtuan, istilah Jumat Agung dikenal oleh kalangan orang Kristen Barat sebagai Good Friday yang sebenarnya muncul dari istilah God's Friday.

Mengutip buku 'Hari Raya Liturgi' (2005) oleh Rasid Rachman, Jumat Agung berasal dari abad ke-2 M di mana naskah-naskah kuno menyebut hari Jumat sebelum Minggu Paskah sebagai in passione et morte Domini, untuk menegaskan Jumat Agung sebagai perayaan khusus yang berkonsentrasi pada sengsara dan kematian Yesus.

Penyebutan Jumat Agung juga ditegaskan untuk memisahkan kerancuan antara perayaan Paskah dan Jumat Agung yang saat itu sama-sama dimaknai sebagai hari penderitaan, kebangkitan, dan kemenangan. Jumat Agung kemudian diresmikan sebagai hari peringatan Wafatnya Isa Almasih atau Yesus.

3. Penentuan Tanggal Jumat Agung
Dikutip dari laman Universitas Stekom Pusat, hari kematian Yesus tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat.

Berdasarkan rincian Alkitab mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti.

Tanggal Jumat Agung kemudian dapat diperkirakan pada tahun 33 Masehi oleh dua kelompok ilmuwan dan pada 34 Masehi oleh Isaac Newton, melalui perhitungan selisih-selisih antara kalender Gregorian dan kalender Julian serta besarnya bulan sabit.

Dalam kalender Gregorian yang digunakan Gereja Barat, Jumat Agung dapat jatuh antara tanggal 20 Maret-23 April. Sedangkan dalam kalender Julian yang digunakan Gereja Timur, Jumat Agung dapat jatuh antara tanggal 19 Maret-22 April.

Makna Jumat Agung
Masih dikutip dari Jurnal karya Yohanis Banamtuan, Jumat Agung dimaknai oleh umat Kristiani sebagai hari kesedihan dan penebusan dosa. Pada hari itu umat Kristiani diwajibkan untuk berpuasa, bahkan puasa di dalam Gereja.

Dengan kata lain, tidak ada misa dan tidak ada perayaan ekaristi pada Jumat Agung. Namun liturgi dan komuni tetap dijalankan. Gereja biasanya dalam keadaan hening dan lonceng gereja tidak dibunyikan.

Suasana hening dan khusyuk tersebut dilakukan untuk meresapi dan memaknai peristiwa sengsara Yesus yang menebus dosa-dosa seluruh umatNya dan menjadi cerminan akan pentingnya memiliki sifat penolong serta pemaaf.

Melalui Jumat Agung, Yesus mengajarkan kepada umatNya agar tidak pantang menyerah menghadapi segala rintangan karena penderitaan yang dialami manusia dalam hidupnya itu tidak berlangsung selamanya.

Perayaan Jumat Agung
Dalam perayaan Jumat Agung menurut buku 'Mysterium Crucis-Mysterium Paschale' (2020) oleh Johanis Ohoitimur dkk, gereja merenungkan sengsara Tuhan dan menyembah salibNya. Ibadat Jumat Agung terdiri dari dua bagian utama, yakni Ibadat Sabda dan Penghormatan Salib. Selain itu, terdapat bagian yang ketiga, yakni perayaan komuni.

Dalam Missale Romanum 1579, komuni pada ibadat Jumat Agung hanya dikhususkan untuk imam. Namun sejak pembaruan pekan suci tahun 1955/1956 sampai sekarang, komuni diberikan juga kepada seluruh umat.

Struktur ibadat Jumat Agung adalah sebagai berikut:

Prosesi masuk (hening), diakhiri dengan Collecta

Ibadah Sabda:

Yes. 52: 13053: 12 (Nyanyian Hamba Yahwe yang keempat)

Mazmur Tanggapan: Mzm. 31 (Ke dalam tanganMu kuserahkan Rohku)

Ibrani 4: 14-5: 7-9 (Kristus Imam Agung, Putra yang belajar menjadi taat melalui penderitaanNya)

Seruan sebelum Kisah Sengsara

Kisah Sengsara: Yoh. 18: 1-19:42

Homili singkat

Doa umat meriah (orationes solemnness)

Penghormatan Salib

Komuni Umat

Ibadat Sabda merupakan bagian inti dari perayaan. Ciri khas ibadat sabda Jumat Agung adalah pewartaan kisah sengsara menurut Yohanes.

Sedangkan penghormatan salib merupakan warisan liturgi Yerusalem yang masih tetap dipelihara dalam liturgi Jumat Agung. Penghormatan salib bukan untuk menghadirkan Yesus yang menderita, melainkan untuk menyembah Dia yang telah mengalahkan dosa dan kematian melalui salibNya.

Demikian pembahasan mengenai Jumat Agung, hari peringatan Wafatnya Isa Almasih menjelang Paskah yang dirayakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia. Semoga bermanfaat dan selamat menyambut Hari Raya Paskah. ***